Kamis, 27 Februari 2014

Lingkungan dan Kaitannya dengan Al-Qur'an


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Perubahan atau kerusakan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia akan mengganggu keseimbangan lingkungan karena peran komponen lingkungan berubah. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia atau karena faktor alam. Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang harus memikul serta mengatasinya (D.A. Pratiwi. 2006: 284).          
B. Rumusan Masalah
1.    Sebutkan contoh-contoh kerusakan lingkungan ?
2.    Jelaskan apa yang menyebabkan kerusakan lingkungan ?
3.    Sebutkan dan jelaskan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan ?
C. Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui contoh-contoh kerusakan lingkungan.
2.    Untuk menjelaskan apa yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
3.    Untuk menjelaskan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan.
D. Manfaat Penulisan
Makalah ini dibuat  sebagai acuan dan panduan untuk para pembaca, terutama bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dalam proses pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. Diharapkan setelah membaca makalah ini para pembaca mendapatkan pemahaman dan ilmu yang lebih mengenai kerusakan alam.


BAB II
MASALAH-MASALAH BIOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN
A. Macam-macam kerusakan lingkungan dan penyebab-penyebabnya
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41-42:
tygsß ßŠ$|¡xÿø9$# Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur $yJÎ/ ôMt6|¡x. Ï÷ƒr& Ĩ$¨Z9$# Nßgs)ƒÉãÏ9 uÙ÷èt/ Ï%©!$# (#qè=ÏHxå öNßg¯=yès9 tbqãèÅ_ötƒ ÇÍÊÈ   ö@è% (#r玍ŠÎû ÇÚöF{$# (#rãÝàR$$sù y#øx. tb%x. èpt7É)»tã tûïÏ%©!$# `ÏB ã@ö6s% 4 tb%x. OèdçŽsYò2r& tûüÏ.ÎŽô³B ÇÍËÈ  
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."                                                                      Dari kedua ayat di atas dapat disimpulkan bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di daratan dan di lautan adalah akibat perbuatan manusia. Hal tersebut hendaknya disadari oleh umat manusia dan karenanya umat manusia harus segera menghentikan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan timbulnya kerusakan di daratan dan di lautan (termasuk angkasa raya) dan menggantinya dengan perbuatan baik dan bermanfaat untuk kelestarian alam. Selain itu kita juga diperintahkan untuk mempelajari sejarah umat-umat terdahulu. Berbagai bencana yang menimpa umat-umat terdahulu adalah disebabkan oleh kemusyrikan mereka, mereka tidak mau menghambakan diri kepada Allah SWT. Mereka justru menghambakan dirinya kepada selain Allah (Syamsuri. 2006: 97).
 Kebanyakan bencana di planet bumi disebabkan oleh ulah perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab yang sudah dijelaskan dalam surah Ar-Rum ayat 41-42 di atas. Selanjutnya Allah awt, berfirman di dalam QS. Ali Imran:
ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
Artinya :
(Adzab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba Nya.
Di abad ini, campur tangan umat manusia terhadap lingkungan cenderung meningkat dan terlihat semakin meningkat lagi terutama pada beberapa dasawarsa terakhir. Tindakan-tindakan mereka tersebut merusak keseimbangan lingkungan serta keseimbangan interaksi antar elemen-elemennya. Terkadang karena terlalu berlebihan, dan terkadang pula karena terlalu meremehkan. Semua itu menyebabkan penggundulan hutan di berbagai tempat, pendangkalan laut, gangguan terhadap habitat secara global, meningkatnya suhu udara, serta menipisnya lapisan ozon yang sangat mencemaskan umat manusia dalam waktu dekat.
            Selain itu Allah SWT juga menjelaskan tentang masalah lingkungan dalam surah Al-A’raf ayat 56-58:
Ÿwur (#rßÅ¡øÿè? Îû ÇÚöF{$# y÷èt/ $ygÅs»n=ô¹Î) çnqãã÷Š$#ur $]ùöqyz $·èyJsÛur 4 ¨bÎ) |MuH÷qu «!$# Ò=ƒÌs% šÆÏiB tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÎÏÈ   uqèdur Ï%©!$# ã@Åöãƒ yx»tƒÌh9$# #MŽô³ç0 šú÷üt/ ôytƒ ¾ÏmÏGuH÷qu ( #Ó¨Lym !#sŒÎ) ôM¯=s%r& $\/$ysy Zw$s)ÏO çm»oYø)ß 7$s#t6Ï9 ;MÍh¨B $uZø9tRr'sù ÏmÎ/ uä!$yJø9$# $oYô_t÷zr'sù ¾ÏmÎ/ `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨V9$# 4 šÏ9ºxx. ßl̍øƒéU 4tAöqyJø9$# öNä3ª=yès9 šcr㍞2xs? ÇÎÐÈ   à$s#t7ø9$#ur Ü=Íh©Ü9$# ßlãøƒs ¼çmè?$t6tR ÈbøŒÎ*Î/ ¾ÏmÎn/u ( Ï%©!$#ur y]ç7yz Ÿw ßlãøƒs žwÎ) #YÅ3tR 4 y7Ï9ºxŸ2 ß$ÎhŽ|ÇçR ÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 tbráä3ô±o ÇÎÑÈ  
56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
58. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
            Dalam ayat ini Allah SWT mempertegas surah Ar-Rum ayat 41-42. Bahwa manusia dilarang  melakukan perbuatan yang menimbulkan di muka bumi dan hal-hal yang membahayakan kelestariannya sesudah diperbaiki, karena apabila hal itu dilakukan tentu akan mendatangkan bagi semua hamba Allah SWT (Syamsuri. 2006:103).                                                                                                                          Untuk mempertegas dua ayat sebelumnya Allah SWT juga menjelaskan tentang larangan berbuat kerusakan dalam surah Al-Qashash ayat 77:
Æ÷tGö/$#ur !$yJÏù š9t?#uä ª!$# u#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u÷R9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJŸ2 z`|¡ômr& ª!$# šøs9Î) ( Ÿwur Æ÷ö7s? yŠ$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÐÐÈ                                                                                                                 
77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.                   
Dalam biologi kerusakan lingkungan ada dua jenis yaitu:
1.1 Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia
            Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia antara lain adalah penebangan hutan, pembangunan pemukiman, intensifikasi pertanian, dan pencemaran lingkungan (D.A.Pratiwi. 2006: 284).                                                                        Penebangan hutan secara liar dan berlebihan dapat menyebabkan hutan gundul dan mungurangi fungsi hutan sebagai penahan air, hal ini dapat menyebabkan terjadinya banjir dan erosi (D.A.Pratiwi. 2006: 285).                                                                  Pembangunan pemukiman merupakan persoalan yang serius. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif dapat menjadi tidak atau kurang produktif lagi (D.A.Pratiwi. 2006: 285).                                                                               Penerapan intensifikasi pertanian memang dapat meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain dapat merugikan. Misalnya dalam penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran lingkungan (D.A.Pratiwi. 2006: 285).   
Pencemaran lingkungan adalah keseimbangan lingkungan yang terganggu jika terjadi berbagai perubahan, misalnya berkurangnya  fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen sehingga memutus mata rantai dalam ekosistem. Salah satu penyebabnya adalah pencemaran atau polusi. Pencemaran terbagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut (D.A.Pratiwi. 2006: 286).
a)    Pencemaran udara, bahan pencemar udara ini dapat berupa gas atau partikel contohnya gas H2S yang bersifat racun, gas karbon monoksida (CO), dan partikel sulfur dioksida (SO2)
b)   Pencemaran air, pencemaran ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar antara lain limbah industri, sampah organic yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang, fosfat hasil pembusukan NO3, dan pupuk pertanian terakumulasi, dll.
c)    Pencemaran tanah, pencemaran ini disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar  seperti sampah plastik, detergen, dan zat kimia dari buangan pertanian (insektisida).
d)   Pencemaran suara, pencemaran ini dapat disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, mesin pabrik, radio, tape recorder. Pencemaran suara dapat mengganggu pendengaran.
1.2 Perubahan lingkungan karena faktor alam
            Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam, seperti kebakaran hutan akibat petir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya (D.A.Pratiwi. 2006: 286).    
B. Upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan
            Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 30:
øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ßÅ¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."                                                Kedudukan manusia di dunia adalah sebagai khalifah Allah atau pengganti Allah, yang diberi tugas untuk memelihara dan melestarikan alam. Jadi manusia harus memanfaatkan alam seperlunya sehingga tidak terjadi kerusakan dan apabila terlanjur terjadi manusia itu kembali yang harus memperbaikinya (Syamsuri. 2006: 5).                Selain dalam Al-Qur’an, nabi Muhammad SAW juga mengemukan salah satu upaya penanggulangan kerusakan dan pelestarian lingkungan dalam Islam yaitu berupa perhatian akan penghijauan dengan cara menanam dan bertani. Nabi Muhammad saw menggolongkan orang-orang yang menanam pohon sebagai shadaqah. Hal ini diungkapkan secara tegas dalam dalam hadits Rasulullah saw, yang berbunyi :
… قَالَ رَسُولُ اللَّهِ e مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ 
Artinya :
“…. Rasulullah saw bersabda : tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, kecuali baginya dengan tanaman itu adalah sadaqah”. (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas).
Salah satu tuntunan terpenting Islam dalam hubungannya dengan lingkungan, ialah bagaimana menjaga keseimbangan alam/ lingkungan dan habitat yang ada tanpa merusaknya. Karena tidak diragukan lagi bahwa Allah menciptakan segala sesuatu di alam ini dengan perhitungan. Seperti dalam firman-Nya dalam QS. al-Mulk (67):
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ
Artinya :
Allah yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang. Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang,
Keseimbangan yang diciptakan Allah swt, dalam suatu lingkungan hidup akan terus berlangsung dan baru akan terganggu jika terjadi suatu keadaan luar biasa, seperti gempa tektonik, gempa yang disebabkan terjadinya pergeseran kerak bumi.
            Selain yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadist nabi di atas, ada beberapa cara untuk mencegah dan menangggulangi kerusakan lingkungan, antara lain:      1. Adanya etika lingkungan                                                                                                 Aktivitas manusia mempengaruhi kondisi serta kualitas lingkungan. Untuk menjaga agar kondisi alam tidak semakin parah, sudah selayaknya kita mengubah pola pemanfaatan alam yang cenderung merusak. Kesadaran tentang pengelolaan lingkungan memerlukan pemahaman dan penerapan prinsip ekologi serta etika lingkungan. Etika lingkungan berkaitan dengan sikap serta perilaku yang bersifat objektif terhadap kelestarian lingkungan (D.A.Pratiwi. 2006: 291).                                       2. Adanya pengelolaan lingkungan                                                                                      Pemanfaatan sumber daya alam harus meperhatikan tata cara pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan (D.A.Pratiwi. 2006: 292).                                                                             3. Adanya undang-undang lingkungan hidup                                                                                 Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup disahkan oleh presiden republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini berisi 9 bab dan 24 pasal.                                                                  Undang-undang lingkungan hidup bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak para pelanggar yang menyebabkan rusaknya lingkungan (D.A.Pratiwi. 2006: 292).          4. Adanya daur ulang limbah                                                                                                           Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya. Keberadaannya dalam lingkungan dapat mengganggu keindahan, kenyamanan, dan kesehatan. Limbah ada yang berasal dari domestik (rumah tangga) dan ada yang berasal dari aktivitas pabrik/pembangunan.                                                                                Banyak Negara telah melakukan pemisahan limbah organik dan anorganik untuk keperluan daur ulang. Beberapa Negara juga telah menerapakan kebijakan meminimalisasi pemakaian plastik dan menggantikannya dengan kertas yang lebih ramah lingkungan. Penting bagi masyarakat untuk mengurangi limbah domestik dengan cara berhemat dan mengurangi sifat konsumtif (Mader 2004; Campbell et al. 2003).

















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi, dari makalah ini saya dapat menyimpulkan:
1.    Kerusakan lingkungan ada beberapa jenis.
2.    Kerusakan lingkungan pasti ada penyebabnya.
3.    Setiap kerusakan lingkungan pasti ada cara mencegah dan menanggulanginya.
B. Saran
Dengan membaca dan mempelajari makalah ini diharapkan pembaca dapat berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan.
   

ENZIM


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak tahun 1926 pengetahuan tentang enzim atau enzimologi berkembang dengan cepat. Dari hasil penelitian para ahli biokimia ternyata enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim) terdiri atas protein (apoenzim) dan suatu gugus bukan protein (Anna Poedjiadi dan Titin Supriyanti, 2005: 141).
Enzim berperan sebagai katalis dalam sistem biologi. Sifat enzim yang paling mencolok ialah daya katalitik dan spesifisitas (Lubert stryer, 2000: 181).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Jelaskan pengertian enzim?
2. Jelaskan tatanama dan kekhasan enzim?
3. Jelaskan fungsi dan cara kerja enzim?
4. Jelaskan penggolongan enzim?
5. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim?
6. Jelaskan pengertian koenzim?
1.3 Tujuan Penulisan
Sesuai dengan permasalahan tujuan yang dicapai adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan pengertian dari enzim.
2. Menjelaskan tatanama dan kekhasan enzim.
3. Menjelaskan fungsi dan cara kerja enzim.
4. Menjelaskan penggolongan enzim.
5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim.
6. Menjelaskan pengertian koenzim.
         1.4 Metode Penulisan                                                                                                                                          Metode yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode keperpustakaan/library research yaitu pengumpulan informasi dari berbagai buku referensi. Selain itu kami jugamenggunakan pengumpulan informasi dari internet.


BAB II
ENZIM
2.1 Pengertian Enzim
Enzim adalah protein yang dihasilkan oleh organisme dan berfungsi sebagai katalisator hayati yang sangat efisien( Nugraha,Setya,dkk : 138).
Enzim biasanya terdapat dalam sel dengan konsentrasi yang sangat rendah, dimana mereka dapat meningkatkan laju reaksi tanpa mengubah posisi kesetimbangan, artinya baik laju reaksi maju maupun laju reaksi kebalikannya ditingkatkan dengan kelipatan yang sama (Philip Kuchel, 2006: 49) 
            Katalis adalah zat yang menyebabkan reaksi kimiawi dapat berlangsung, dan dalam sel mungkin berlangsung ratusan reaksi yang masing-masing memerlukan enzim tertentu. Enzim mengkatalisis suatu sintesis yaitu pembentukan senyawa kompleks dari molekul sederhana, atau mengkatalisis degradasi yaitu molekul kompleks dirombak menjadi unit yang sederhana dengan cara hidrolisis ( McCahill, T.A, 1999 : 52).
2.2 Tata Nama dan Kekhasan Enzim
a)      Tata Nama pada Enzim
Sebagian besar enzim diberi nama dengan menambahkan akhiran –ase pada nama substrat enzim tersebut. Sebagai contoh, maltase bekerja pada maltose, urease pada urea dan sebagainya ( McCahill, T.A, 1999 : 54).
IUB(international union of biochemistry)
Digit: 1 = kode kelas enzim
2 = kode sub kelas enzim
3 = kode sub sub kelas enzim
4 = nama enzim tertentu
b)      Kekhasan Enzim
Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. Kekhasan inilah cirri suatu enzim. Ini sangat berbeda dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja terhadap berbagai macam reaksi (Anna Poedjiadi dan Titin Supriyanti, 2005: 142).
Ciri-ciri khas pada enzim :
1)      Enzim adalah protein
2)      Enzim bekerja paling efisien dalam suatu kisaran suhu yang sempit. Jadi enzim manusia bekerja paling baik pada suhu 37oC (suhu tubuh) dan ini disebut suhu optimum.
3)      Enzim mempunyai pH optimum dimana zat tersebut bekerja paling efisien. Sebagai contoh, enzim saliva yaitu amilase bekerja paling baik pada pH netral atau sedikit asam. Enzim lambung pepsin hanya akan berfungsi pada pH asam sedangkan enzim usus tripsin pada pH basa.
4)      Laju reaksi yang dikatalisasi oleh enzim meningkat dengan meningkatnya kadar enzim.
5)      Laju reaksi yang dikatalisasi oleh enzim meningkat dengan meningkatnya konsentrasi substrat sampai batas tertentu.
6)      Biasanya suatu enzim hanya akan mengkatalisasi satu jenis reaksi, suatu sifat yang disebut spesifisitas. Sebagai contoh, enzim katalase hanya dapat menguraikan hidrogen peroksida.
( McCahill, T.A, 1999 : 53)
7)      Beberapa enzim dirujuk sebagai protein sederhana karena hanya memerlukan struktur protein untuk aktivitas katalitik.
Enzim lain merupakan protein konjugasi karena masing-masing memerlukan suatu komponen nonprotein yang disebut kofaktor, untuk aktivitasnya. Enzim yang memerlukan kofaktor logam contohnya : Mg2+, Fe2+ Atau Zn2+.
(Murray, RK, 2003 : 100).

2.3 Fungsi dan Cara Kerja Enzim
a)      Fungsi Enzim
Enzim pada hakikatnya merupakan katalis efektif, yang bertanggung jawab bagi terjadinya reaksi kimia terkoordinasi yang terlibat dalam proses biologi dari sistem kehidupan. Fungsi utama suatu enzim ialah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun di luar sel ( Murray,RK, 2003 : 100).

Kegunaan biomedis enzim :
1)       Enzim fungsional: enzim intrasel atau ekstrasel yangmasih melakukan fungsi reaksi enzimatis. Contoh enzimekstrasel: lipoprotein lipase, proenzim untuk pembekuan darah
2)       Enzim nonfungsional:Jika sel mengalami kerusakan,maka enzim intrasel keluar dan masuk ke dalamperedaran darah dan tidak berfungsi.
3)   Kegunaan enzim di klinik:
1. Sebagai alat diagnostik suatu penyakit (abnormalitas)
2. Untuk mengetahui perjalanan suatu penyakit.
3. Untuk mengetahui respon terhadap terapi.
(Meisenberg, G dan Simmons WH. 2006. Principles of
Medical Biocemistry.Hal. 43-68. Elsivier Mosby).

b)      Cara Kerja Enzim
Kerja Enzim dapat dijelaskan dengan hipotesis “gembok kunci” yaitu enzim di pandang sebagai gembok yang hanya dapat dibuka dengan kunci tertentu (substrat). Dengan cara demikian enzim dan substrat dapat disatukan dan reaksi dapat berlangsung ( McCahill, T.A, 1999 : 54).

REGULASI AKTIVITAS ENZIM
·         Berbagai reaksi enzimatis tidaklah berjalan secaramekanis begitu saja, tanpa ada pengendalian
·         Reaksi enzimatis berjalan secara sangat terkoordinasi satu sama lain
·         Pengendalian reaksi enzimatis berlangsung pada berbagai tingkat di dalam sel, semenjak dari gen sampaimolekul enzim itu sendiri.
·         Regulasi aktivitas enzim dilakukan oleh:
1. Pengendalian pada tingkat Gen
2. Pengendalian ditingkat molekul enzim oleh produk
3. Pengendalian enzim melalui perubahan struktur molekul

1. Pengendalian pada tingkat gen
·         Sebagai protein, informasi genetik enzim terekam dalam gen
·         Sel hanya akan mensintesis suatu enzim, jika sel mengandung gen yang menyandikan enzimyang dimaksud
·         Contoh, manusia tidak bisa mensintesis vitamin C kerena tidak mempunyai gen yang menyandikanenzim untuk mensintesis vitamin C
·         Pertanyaanya adalah apakah semua enzim yang informasi genetiknya terkandung dalam genomsel, akan disintesis oleh sel tersebut setiap saat?
Terdapat 2 mekanisme pengaturan
secara genetik
1. Inducible enzyme (enzim terbangkitkan)
2. Represi enzyme (pembungkaman enzim)
3. Enzim konstitutif
Inducible enzyme: jika sel memerlukan enzim dalam keadaan tertentu untuk metabolisme,maka sel akan membuat enzim tersebut. Iniartinya, enzim tersebut dalam keadaannormal tidak ada, baru dibuat setelahdiperlukan oleh sel
Represi enzyme: dalam keadaan tidak memerlukan enzim tersebut, gen untuk enzim tersebut mengalamipembungkaman atau represi. Ini artinya, dalamkeadaan normal enzim tersebut ada tetapi jika tidakdiperlukan maka gen akan menghentikanpembentukan enzim tersebut.Selain itu, ada enzim konstitutif yang terus menerusdisintesis semua sel selama daur hidupnya, ada jugagen untuk enzim dan protein yang mengalamipembungkaman permanen atau terus menerus mulaidari tahap perkembangan sel tertentu (pdf MataKuliah-Enzim-2).
Enzim merupakan katalis efektif. Seperti katalis anorganik, suatu enzim mempercepat kecepatan reaksi dengan menurunkan energy aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya reaksi.Namun tidak seperti halnya suatu katalis anorganik sederhana, suatu enzim menurunkan energy aktivasi dengan menggantikan suatu sawar aktivasi yang besar dengan sawar multiple yang lebih rendah.Sifat ini digambarkan dalam Gambar 8-1 dimana, seperti dikenal, perbedaan antara koordinat energy dari reaksi enzimatik dan nonenzimatik adalah jumlah energy yang diperlukan bagi reaktan (substrat) untuk mencapai keadaan teraktivasi. Perhatikan bahwa untuk kedua reaksi, perbedaan antara energy bebas dari A (reaktan) dan B (produk), disebut DG dari reaksi, adalah sama (Murray, RK, 2003 : 100).
(Biokimia Harper : 101)
Walaupun suatu enzim secara khas mempunyai lebih dari 100 residu asam amino dalam strukturnya, namun hanya sejumlah kecil residu merupakan tempat berdimensi tiga yang berkontak langsung dengan substrat.Tempat aktif seperti ini sering merupakan suatu celah atau sela pada bagian luar molekul. Untuk menjamin pengikatan substrat yang secara geometris tepat dan orientasi dari gugusan katalitik yang diperlukan untuk aksi enzim, paling sedikit diperlukan tiga titik dari interaksi spesifik antara substrat dan tempat aktif ( Gambar 8-12).
( Biokimia Harper : 110)
a)Kompleks Enzim-Substrat
Dua teori mengenai cara kerja enzim yaitu :
1)      Teori Kunci dan Gembok
            Pada tahun 1890-an, Fischer mengajukan model kunci dan lubang kunci, yang menyebabkan pengikatan substrat melalui pencocokan dari substrat komplementer dan struktur tempat aktif.Selama bertahun-tahun teori ini terbukti berharga dalam penelitian mengenai spesifisitas stereo dari reaksi enzimatik.
2)      Teori Kecocokan Induksi
            Suatu modifikasi dari model kunci dan lubang kunci yang diajukan oleh Daniel Koshland menggambarkan suatu jenis hubungan tangan dalam sarung tangan antara enzim dan substratnya, sebagai akibat suatu kecocokan yang timbul. Model cocok yang ditimbulkan ( Induced Fit) (Gambar 8-13) merupakan interpretasi yang mempertimbangkan bahwa tempat pengikatan dari suatu enzim bukan sebagai suatu struktur kaku, tetapi malah sebagai sesuatu yang berubah dalam konfirmasi dengan terjadinya pengikatan substrat untuk menghasilkan suatu kecocokan enzim-substrat yang tepat. Jadi, model Koshland menggabungkan sifat dinamis ke dalam pengikatan substrat ( Murray, RK, 2003 : 111).






                                                                                                                                 





(Biokimia Haper : 111).


b)      Persamaan Michaelis-Menten
            Pada tahun 1913 Leonor Michaelis dan Maud L. Menten mengajukan suatu teori umum mengenai aksi dan kinetikan enzim. Teori ini menjelaskan perjalanan dari reaksi enzimatik sebagai berikut :
            Enzim ( E) pertama kali bereaksi dengan substrat (S) untuk membentuk suatu kompleks enzim-substrat (ES), yang pada langkah kedua, menghasilkan enzim dan produk (P). Kedua reaksi dianggap reversible, dan empat kecepatan elementer konstan disebut sebagai k1,k2,k-1,k-2 ( Murray, RK, 2003 : 105).
Michaelis dan Menten berkesimpulan bahwa kecepatan reaksi tergantung pada konsentrasi kompleks enzim-substrat (ES), sebab apabila tergantung konsentrasi substrat (S), maka penambahan konsentrasi substrat akan menghasilkan pertambahan kecepatan reaksi yang apabila digambarkan akan merupakan garis lurus ( Murray, RK, 2003 : 105).

2.4 Penggolongan Enzim
Pada tahun 1960-an, International Union of Biochemistry (IUB) mendirikan Commission on Enzyme Nomenclature untuk menyetujui suatu klasifikasi dan nomenklatur sistematik untuk jumlah enzim yang semakin banyak diidentifikasi dan dilaporkan.
Enam kelas utama dari enzim
Nomor Kelas
Enzim
Fungsi Katalik
1
Oksidoreduktase
Reaksi oksidasi-reduksi
2
Transferase
Reaksi transfer gugusan
3
Hidrolase
Reaksi hidrolitik
4
Liase
Reaksi yang melibatkan eliminasi dari suatu gugusan melalui pembelahan suatu ikatan (meninggalkan suatu ikatan ganda) atau penambahan suatu gugusan pada suatu ikatan ganda
5
Isomerase
Reaksi yang melibatkan isomerisasi
6
Ligase
Reaksi yang menggabungkan bersama dua molekul yang dirangkai dengan hidrolisis dan ikatan pirofosfat berenergi tinggi
( Murray, RK, 2003 : 102).
Reaksi oksidasi-reduksi dikatalisis oleh oksidoreduktase, dan reaksi melibatkan transfer suatu gugusan yang menggunakan transferase.Hidrolase menggunakan H2O untuk membelah ikatan kovalen, dan dalam kelas ini termasuk enzim yang mendegradasi polisakarida, protein, dan asam nukleat.Liase membelah atau mengangkat gugusan dari senyawa melalui penyusunan kembali electron ( eliminasi) dan dengan demikian menciptakan ikatan ganda dalam satu dari produknya. Jika suatu reaksi liase reversible, maka suatu gugusan dapat ditambahkan pada ikatan ganda.
Isomerase mengkatalisis penyusunan kembali internal di dalam suatu substrat dan dengan demikian tidak melibatkan penambahan atau pengangkatan dari gugusan.Ligase mengkatalisis pembentukan dari berbagai jenis ikatan kovalen untuk mnsintesis biomolekul dan memerlukan suatu asupan energi kimiawi, yang diberikan melalui hidrolisis biomolekul seperti nukleosida trifosfat, contohnya ATP. Sebagai suatu energy donor ATP dihidrolisis oleh beberapa ligase menghasilkan AMP dan PPi (pirofosfat anorganik) dan oleh ligase lain menghasilkan ADP dan Pi( fosfat anorganik).

2.5 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kerja Enzim
Kecepatan reaksi kerja enzim dipengaruhi oleh :
1)      Suhu
Karena enzim merupakan protein globular, maka sebagian besar adalah termolabil dan mulai mengalami denaturasi (ditunjukan dengan kehilangan aktivitas enzimatik) pada suhu antara 45o dan 50oC.
( Biokimia Harper : 104)


2)      Keasaman atau pH
Kekuatan ionik dan pH juga merupakan parameter yang penting karena menentukan muatan residu asam amino, dan dapat berpengaruh terhadap struktur berdimensi tiga dari enzim dan dengan demikian aktivitas kataliknya.
 (Biokimia Harper : 104)
3)      Ada tidaknya senyawa inhibitor
Inhibitor adalah zat yang secara spesifik menurunkan kecepatan reaksi enzimatik.
Inhibitor enzim ada tiga macam yaitu :
a)      Inhibitor kompetitif
Inhibitor berkompetisi dengan suatu substrat alamiah dari enzim untuk memperebutkan tempat aktif.
b)      Inhibitor non-kompetitif
Tidak seperti inhibitor kompetitif, inhibitor nonkompetitif tidak dapat berinteraksi pada tempat aktif, tetapi berikatan dengan beberapa bagian lain dari suatu enzim atau kompleks enzim-substrat.
c)      Inhibitor ireversibel
Inhibitor ireversibel biasanya tidak mengaktifkan enzim dengan berikatan secara kovalen pada tempat aktifnya.
4)      Kadar enzim
Kecepatan reaksi bergantung pada konsentrasi enzim yang berperan sebagai katalisator.
(staff.unud.ac.id)
5)      Konsentrasi substrat
Kecepatan reaksi tidak tergantung pada peningkatan lebih lanjut dari konsentrasi substrat.Kecepatan meningkat dengan konsentrasi substrat hingga mencapai kecepatan maksimum (Vmaks) dimana setelah ini konsentrasi yang lebih besar dari substrat tidak meningkatkan kecepatan reaksi secara bermakna.
(Biokimia Harper : 105)

( Murray, RK, 2003 : 104, 105, 108)

2.6 Koenzim
            Koenzim adalah molekul organik kecil, tahan terhadap panas, yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialisis. Contoh-contoh koenzim ialah NAD, NADP, asam tetra hidrofosfat, tiamin pirofosfat, dan ATP (Anna Poedjiadi dan Titin Supriyanti, 2005: 141).           
Koenzim sebagai senyawa organik yang berasosiasi dengan apoenzim dan bersifat sewaktu (tidak permanen), biasanya pada saat berlangsung katalisis. Selanjutnya koenzim yang sama bisa menjadi kofaktor pada enzim yang berbeda. Kebanyakan komponen koenzim adalah vitamin (staff.unud.ac.id/MataKuliah-Enzim-2).
Dua kelas koenzim :
1. Turut dalam pemindahan satu gugus bukan hydrogen (koenzim A-Sh; Tiamin PiroFosfat/ TPP; Peredoksal fosfat;Tetra hidro folat; Biotin, Kobamida; Lipoat)
2. Koenzim turut dalam pemindahan hydrogen (NAD; NADP;FMN; FAD; L(SH)2; Koenzim Q)
(staff.uny.ac.id/Biokimia/).



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi, dari makalah ini kami dapat menyimpulkan:
1.      Menurut pengertiannya enzim merupakan protein yang dihasilkan oleh organisme dan berfungsi sebagai katalisator hayati yang sangat efisien.
2.      Enzim memiliki tatanama dan cirri khas tersendiri.
3.      Fungsi utama suatu enzim ialah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun di luar sel. Sedangkan, kerja enzim dapat dijelaskan dengan hipotesis “gembok kunci” yaitu enzim di pandang sebagai gembok yang hanya dapat dibuka dengan kunci tertentu (substrat).
4.      Enzim digolongkan dalam enam golongan utama.
5.      Kerja enzim dipengaruhi beberapa faktor antara lain suhu, keasaman, inhibitor, kadar enzim, dan konsentrasi substrat.
6.      Menurut pengertiannya koenzim merupakan molekul organik kecil, tahan terhadap panas, yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialisis.
3.2 Saran
Dengan mempelajari tentang enzim diharapkan pembaca dapat lebih memahami tentang enzim dan dapat memanfaatkan ilmu pengetahuannya sebaik-baiknya.



Selasa, 25 Februari 2014

Jumat, 06 Januari 2012

Boys Band

Profil Westlife


Westlife adalah sebuah grup musik dari Irlandia yang beranggotakan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne, dan Mark Feehily. Satu anggota lainnya, Bryan McFadden, keluar pada 9 Maret 2004 agar dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk kehidupan keluarganya dengan mantan anggota Atomic Kitten, Kerry Katona, meski mereka kemudian berpisah dan dia mengganti ejaan nama depannya menjadi 'Brian'.

Band ini terbukti sukses di Irlandia dan Britania Raya, dengan keberhasilannya mencetak 13 single nomor satu antara tahun 1999 dan 2005, antara lain:

  * "Swear It Again" (1999)
  * "If I Let You Go" (1999)
  * "Flying Without Wings", dengan BoA (dimuat di lagu tema film Pokémon 2000) (1999)
  * "I Have A Dream"/"Seasons In The Sun" (cover dari ABBA dan Terry Jacks) (1999)
  * "Fool Again" (2000)
  * "Against All Odds (Take A Look At Me Now)" (duet dengan Mariah Carey) (cover dari Phil Collins) (2000)
  * "My Love" (2000)
  * "Uptown Girl" (cover dari Billy Joel) (2001)
  * "Queen Of My Heart" (2001)
  * "World of Our Own" (2002)
  * "Unbreakable" (2002)
  * "Mandy" (cover dari Barry Manilow) (2003)
  * "You Raise Me Up" (2005)

Tidak semua single yang mereka buat mencapai peringkat pertama di tangga lagu Britania Raya:

  * "What Makes a Man" (2000) #2
  * "Bop Bop Baby" (2002) #5
  * "Tonight/Miss You Nights" (2003) #3
  * "Hey Whatever" (2003) #4
  * "Obvious" (2004) #3

Westlife juga empat kali berturut-turut memenangkan penghargaan "Record of the Year" ITV dengan single mereka "Flying Without Wings", "My Love", "Mandy", dan "You Raise Me Up".

Westlife tidak berhasil menembus industri permusikan di Amerika Serikat, walaupun single perdana mereka, "Swear it Again", pada waktu itu cukup populer di radio dan MTV AS. Pada acara MTV TRL, video klip "Swear it Again" pernah diminta beberapa kali, dan masuk pada chart "hot 100" di salah satu majalah di AS (Billboard Magazine) edisi musim panas di urutan ke-20.

Hingga kini mereka belum berhasil meraih kesuksesan serupa di AS. Album debut mereka gagal setelah dirilis pada 2000 dan itulah satu-satunya album mereka yang dirilis di sana. Hal tersebut tidak berarti tidak ada perkembangan fans Westlife di sana. Band ini juga sangat terkenal di Asia, Eropa, Australia, dan beberapa negara di Amerika selain AS.

Seperti boyband lainnya, album-album mereka ditujukan kepada para remaja perempuan, walaupun ada juga fan mereka yang pria (kurang lebih sebesar 20% fan dari Westlife adalah pria). Beberapa kali Westlife pernah tampil di beberapa tempat komunitas gay. Pada tanggal 19 Agustus 2005 salah satu anggota band mereka, Mark Feehily, menyatakan dirinya seorang gay kepada publik serta keberadaannya menjalin hubungan dengan seorang mantan anggota grup musik V bernama Kevin McDaid.